Slider

Video

Destination

News

Kuliner

Event

Culture

Gallery

Industri Rumahan Kulit Jagung Jadi Bernilai

Siapa sangka kulit jagung yang biasanya dibuang masyarakat begitu saja, namun di tangan Rena, 25, kulit-kulit jagung tersebut diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Perempuan asal Rasau Jaya ini mengubah kulit jagung menjadi kembang atau bunga hias.

Kerajinan tangan ini bermula saat dirinya diikutsertakan dalam kegiatan pelatihan yang diselenggarakan PKK Desa Rasau Jaya Umum. Rena kemudian berinisiatif untuk mencoba mengembangkan kerajinan bunga hias yang terbuat dari bahan dasar kulit jagung dan akar keladi air. Apalagi bahan dasarnya cukup mudah ditemukan di Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya.

Kerajinan rumah tangga yang dikembangkan Rena sejak beberapa bulan lalu telah menghasilkan beberapa pot bunga dengan berbagai jenis menyerupai bunga dengan tampilan berbagai variasi warna. “Saya baru saja menyelesaikan 7 pot bunga, tapi belum sempurna semuanya, masih perlu perbaikan lagi,” kata Rena pada Rakyat Kalbar ditemui kemarin.

Selain itu, hobi membuat bunga, satu hal yang membuat Rena tertarik adalah pemanfaatan limbah kulit jagung untuk dibuat menjadi hiasan bunga. “Biasanya dari plastik, kartun. Namun ini dari kulit jagung, jadi tertarik juga,” ungkapnya.

Dikatakannya sebagian besar bahan yang digunakan menggunakan bahan kulit jagung dan akar keladi air serta melalui beberapa proses pengerjaan. “Pertama kita kumpulkan sisa kulit jagung kering yang sudah dipanen, kemudian kita cuci dan diberi pewarna, selanjutnya kita keringkan lagi,” ujar Rena.

Setelah itu, lanjutnya, proses diteruskan dengan membuat pola bunga yang diinginkan. Kemudian dirangkai menjadi sebuah bunga utuh. “Terkadang saya mencontoh hiasan bunga dari buku yang disiapkan suami saya. Untuk bahan-bahan penunjangnya pun adalah kawat, lem, dan pewarna, serta pot bunga yang kita anyam dari akar keladi air,” ungkapnya.

Ia sendiri dalam mengerjakan kerajinan tangan tersebut memerlukan waktu tak kurang dari satu minggu. “Biasanya untuk satu pot jadi kurang lebih lima hari, tergantung jenis bunga yang ingin kita buat. Hanya sedikit sulit untuk melenturkan daun bunga yang membutuhkan alat khusus,” tuturnya.

Dirinya pun mensyukuri sampai saat ini dirinya tidak memiliki kendala mengenai bahan baku. “Kulit jagung biasa kita ambil dengan beberapa petani jagung, kebetulan di sini kan memang khasnye jagung. Kalau akar keladi biasa saya cari di sekitar kebun yang cukup banyak tumbuh,” terangnya

Hingga saat ini kerajinan bunga kulit jagung yang baru dirintisnya tersebut belum diperjualbelikan lantaran tidak mengetahui cara pasti memasarkannya. “Pernah ada yang mau beli, tapi saya tahan dulu karena masih sedikit dan kita maunya lebih disempurnakan lagi bentuknya,” pungkasnya.

Sementara itu, Suryadi (26), suami Rena, selalu mendukung upaya istrinya untuk mengembangkan usahanya tersebut. “Kita ingin usaha pemanfaatan kulit jagung ini dapat berkembang, sehingga mudah-mudahan menjadi tambahan ekonomi bagi warga nantinya,” harapnya.

Menurutnya saat ini kulit jagung yang cukup melimpah di Desa Rasau Jaya Umum. Karena dirinya menginginkan kulit jagung maupun akar keladi air dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Saat ini kulit jagung mudah kita dapat, karena hanya untuk pakan sapi, jadi kita berupaya memanfaatkannya. Syukur-syukur kalau usaha ini berkembang, kulit jagung dan akar keladi bisa bernilai ekonomi tinggi dan menjadi tambahan pendapatan warga,” katanya.

Selain itu ia berharap untuk saat ini usaha tersebut akan dikembangkan terus dan berharap ada pihak-pihak yang dapat membantu mengarahkan terutama bagaimana cara memasarkannya. Saat ini kita sendiri bingung mengenai pemasaran yang tepat.

Ditambahkan Ketua Penggerak PKK Desa Rasau Jaya Umum Rosnawati, PKK beberapa bulan lalu membuat kegiatan pelatihan kepada warga mengenai pemanfaatan kulit jagung menjadi keterampilan rajutan bunga hias serat anyaman akar keladi.

“Pelatihan keterampilan kepada warga tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi suatu usaha rumah tangga yang dapat berkembang dan bernilai ekonomi. Paling tidak mengisi waktu sela ibu-ibu. Insya Allah, mudah-mudahan tahun depan kita memulai dengan mengikuti pameran-pameran,” ujar Rosnawati. (fiq)

sumber : Equator

Memanfaatkan Kondisi Geografis Demi Membangun Kubu Raya Lebih Maju

Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu daerah yang memiliki kondisi geografis daratan dan pulau-pulau. Jika kita lihat pada gambar peta disamping, tampak jelas bahwa Kabupaten Kubu Raya disebelah barat berbatasan langsung dengan laut dimana terdapat juga sungai-sungai yang membelah wilayah Kubu Raya menjadi beberapa bagian. Oleh karena itu, ada beberapa daerah kecamatan yang mengandalkan jalur air sebagai alat transportasi utamanya antara lain: Kecamatan Kubu, Kecamatan Terentang, Kecamatan Teluk Pakedai, dan Kecamatan Batu Ampar.
Sedangkan untuk kondisi iklim, Kubu Raya masuk dalam Iklim Tipe A (Schmit & Ferguson). Ini berarti iklim di wilayah Kabupaten Kubu Raya sangat basah dengan curah hujan bulanan diatas 100 mm dengan total curah hujan tahunan rata-rata berkisar 3000 mm. Suhu rata-rata maksimum 33,40 C, terjadi pada bulan mei dan suhu minimum rata-rata 22,50 C, terjadi pada bulan Agustus. Kondisi iklim seperti ini sangat menunjang pembangunan dibidang pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Hutan Karet di Desa Empening Kecamatan Terentang
Selain itu, terkait dengan kondisi geografis wilayah Kubu Raya yang memiliki beberapa pulau-pulau besar maka seharusnya disini pihak Pemerintah Daerah dapat mengembangkan bidang perikanan dan pariwisata khususnya wisata bahari sebagai salah satu upaya memperkenalkan potensi alam Kabupaten Kubu Raya ke seluruh penjuru nusantara maupun dunia.
Keramba Ikan di Sungai Raya
Jadi kesimpulannya disini adalah jika dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten di Kalimantan Barat lainnya, Kabupaten Kubu Raya memiliki beberapa kelebihan dari segi kondisi geografis. Sekarang tinggal bagaimana caranya kelebihan-kelebihan tersebut dapat diberdayakan secara optimal sehingga slogan Berlari Lebih Kencang Berproses Lebih Cepatdapat segera terwujud. Aminnn…

Melihat Potensi Wisata Bahari di Kabupaten Kubu Raya

Jika kita berbicara mengenai obyek wisata apa yang ada di Kabupaten Kubu Raya, sepertinya belum ada satu referensi pun yang menjelaskan secara rinci mengenai itu. Padahal kalau dilihat secara geografis, wilayah Kubu Raya seharusnya memiliki lokasi-lokasi yang berpotensi untuk dapat dijadikan obyek wisata. Oke, mungkin ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa sekarang Kubu Raya telah memiliki Taman Fantasia di kawasan Sungai Raya, Wisata Agro di kawasan Punggur, dan lain sebagainya. Akan tetapi, menurut pandangan saya lokasi-lokasi wisata tersebut belum dikelola secara profesional sehingga masih banyak orang yang belum tahu mengenai keberadaan lokasi tersebut.
Dari beberapa referensi yang saya baca, ternyata di Kabupaten Kubu Raya memiliki lokasi-lokasi yang dapat dijadikan obyek wisata bahari. Dua lokasi diantaranya yaitu: Tanjung Saleh dan Batu Ampar. Tanjung Saleh Kecamatan Sungai Kakap
Meskipun belum diakui sebagai sebuah tempat wisata pemancingan, namun setiap hari Minggu atau hari libur tempat ini selalu ramai didatangi oleh para pemancing-pemancing dari kota Pontianak dan sekitarnya. Lokasi yang berada di kawasan muara sungai Desa Tanjung Saleh Kecamatan Sungai Kakap tersebut sebenarnya memiliki potensi wisata bahari jika dikembangkan secara maksimal. Untuk saat ini, minimnya sarana dan prasarana menuju lokasi menyebabkan para pengunjung harus menyewa sebuah perahu kecil menuju kesana. Tentunya hal ini akan sedikit menghambat pengembangan wilayah tersebut yang sesungguhnya disitu terdapat potensi wisata yang bisa dikembangkan.

Potensi Wisata Bahari di Desa Tanjung Saleh
Kecamatan Batu Ampar
Batu Ampar yang dikenal sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Kubu Raya, memiliki potensi wisata bahari letak geografisnya berada di muara laut. Dari sini dapat dilihat pemandangan yang sangat mengaggumkan, terlebih jika dinikmati pada pagi atau sore hari karena kita akan menyaksikan hamparan pulau disekelilingnya yang cukup menawan. Untuk menuju daerah ini dapat menggunakan transportasi air seperti speed boat dari pelabuhan rasau jaya dengan jarak tempuh selama sekitar 1 jam 30 menit hingga 2 jam perjalanan.

Potensi Wisata Bahari di Batu Ampar
Bagi para pemancing mania dapat juga melakukan pemancingan di Desa Padu Empat, Kecamatan Batu Ampar karena di lokasi ini masih banyak terdapat ikan air tawar beragam jenis. Hampir setiap bulan banyak pemancing yang ingin menguji keberuntungan mereka dan menikmati panorama alam yang masih alami karena disepanjang sungainya ditumbuhi hutan dengan pohon-pohon yang cukup besar.
Nah, setelah membaca tulisan singkat saya ini pasti para pembaca merasa penasaran untuk mencoba sensasi memancing di dua lokasi tersebut bukan?. Meskipun kedua lokasi tersebut belum digarap secara maksimal, namun saya yakin keindahan dan eksotisme alam yang dimiliki mampu membuat para pengunjung tidak akan pernah merasa menyesal karena telah datang kesana. Jadi, ditunggu kunjungannya yach… 

WISATA KE DESA KUBU

Akses menuju kecamatan Kubu dapat ditempuh melalui jalur Sungai Kapuas. Dari Dermaga Rasau Jaya menggunakan motor air regular ditempuh dengan waktu 4 jam dengan onkos Rp. 30.000,- sedangkan bila ditempuh dengan speedboat hanya memerlukan waktu + 1 jam dengan ongkos angkut Rp. 60.000 per orang.
Panorama Sungai Kapuas Rasau Jaya – Kubu
Sepanjang perjalanan menuju Kec. Kubu para penumpang atau wisatawan akan disuguhi keindahan alam Sungai Kapuas
dengan berbagai aftifitas didalamnya. Jalur ini relative padat, selain hilir mudiknya nelayan lokal melakukan aktifitasnya juga menjadi urat nadi perekonomian bagi angkutan sungai yang menghubungkan Kota Pontianak dengan kota-kota lainnya sepanjang sungai Kapuas kearah Kabupaten Kayong Utara. Selain disuguhi aktifitas pelayaran lokal para wisatawan pun akan menikmati pemandangan hutan mangrup dan jejeran pohon nipah yang begitu menyejukkan. Perjalanan sungai menuju Kec. Kubu ini tentu saja menjadi perjalanan yang sangat mengesankan bagi para wisatawan terlebih bagi mereka yang belum pernah menikmati perjalanan lewat sungai.
Setelah kurang lebih satu jam perjalanan dari Dermaga Rasau Jaya, speedboat akan memasuki Kecamatan Kubu dan biasanya berhenti di Ibukota Kecamatan Kubu atau di Desa Kubu.  Desa Kubu adalah kawasan transit bagi para penumpang yang melakukan perjalanan dari atau ke Kabupaten Kayong Utara. Dilokasi ini, tersedia fasilitas-fasilitas bagi para penumpang atau wisatawan. Selain terdapat beberapa rumah makan, di lokasi ini juga terdapat pasar lokal yang melayani penumpang transit maupun kebutuhan sehari-hari penduduk lokal serta satu buah penginapan sederhana “Famili” dengan tarif relative murah sekitar Rp.40.000,- permalam.
Situs Kerajaan Kubu
Dari segi Daya Tarik Wisata (DTW), Desa Kubu terkenal dengan situs peninggalan Kerajaan Kubu. Berdasarkan sejarah yang bersumber dari berbagai bahan, Kerajaan Kubu didirikan oleh Syarif Idrus, seorang penyebar ajaran Islam dari Ar-Ridha Trim Hadralmaut.
Situs Sejarah peninggalan Kerajaan Kubu yang menjadi potensi Daya Tarik Wisata Budaya/Rohani di Kecamatan Kubu adalah:
  1. Masjid Jami Khairussa’adah, Kompleks Makam Kerajaan Kubu
  2. Makam Raja-raja Kubu
  3. Keraton Adrussiyah Kubu
Daya Tarik Wisata (DTW) Budaya Kecamatan Kubu
Pada Tahun 2010 atau tepatnya 28 Dzulqaidah 1431 H, Hari Sabtu, 6 November 2010, bertempat di komplek makam Kerajaan Kubu, Keluarga Besar Addarussiah Kerajaan Kubu/ Ambawang melaksanakan khaul atau peringatan wafatnya Sayidis Syarif Idrus bin Abdurrahman Al Aydrus ke-222 (26 Dzulqaidah 1209 H-1431 H). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bapak Syarif Ahyar Alaydrus (Keraton Kubu/ keturunan dari raja ke-8), acara ini dihadiri oleh sekitar 3.000 jemaah yang datang dari berbagai daerah dan negara tetangga. Artinya bahwa dengan banyaknya jemaah yang hadir pada acara tersebut menandakan kegiatan tersebut telah menjadi Daya Tarik Wisata Budaya/Rohani dan ini adalah merupakan potensi yang perlu dikembangkan dalam rangka pembangunan kepariwistaan di Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan budaya lainnya yang rutin dilaksanakan di Kecamatan Kubu adalah Robo-robo. Untuk Tahun 2011, acara robo-robo dilaksanakan pada Tanggal 18 Desember 2011.
Daya Tarik Wisata (DTW) Alam Kecamatan Kubu
Selain Daya Tarik Wisata (DTW) Budaya, Kecamatan Kubu juga memiliki DTW Alam yaitu Wisata Gunung Ambawang dan Batu Masjid. Setidaknya terdapat 3 (tiga) atraksi wisata Alam Gunung Ambawang yang ditemui yaitu; Wisata Hiking Gunung Ambawang, Wisata Air Terjun Gunung Ambawang (Bujang Bahar) dan Wisata Batu Wangkang. Selain itu ketiga DTW tersebut, ditemui juga DTW Batu Masjid yang letaknya di Dusun Parit Baru, Desa Sungai Bemban, Kec. Kubu. Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, keempat jenis wisata alam tersebut hanya dikunjungi oleh wisatawan pada waktu-waktu tertentu, seperti pada waktu liburan sekolah dan pada hari raya.
 Air Terjun Bujang Bahar dan Wisata Hiking
Dari Desa Kubu (Ibukota Kec. Kubu) perjalanan menuju kawasan wisata Gunung Ambawang dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dengan ongkos ojek ketika dilakukan survey (2011) adalah sebesar Rp. 75.000 (PP). Perjalanan dari Desa Kubu ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan melalui rute Desa Kubu-Penyebrangan Sungai Kapuas-Desa Air Putih-Lokasi Kaki Gunung Ambawang (Desa Ambawang).
Dari Lokasi Kaki Gunung Ambawang menuju Lokasi Air Terjun Bujang Bahar dilakukan dengan jalan kaki melewati rute-rute jalan setapau menempuh hutan pegunungan yang mempunyai kemiringan lebih dari 30O dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Lokasi wisata sampai saat ini masih dikelola secara sederhana oleh masyarakat Desa Ambawang. Namun demikian, di kaki gunung ambawang telah disediakan areal parkir dan toilet umum untuk keperluan wisatawan.
 Batu Wangkang
Sekitar 3 (tiga) km ke arah barat dari lokasi wisata Air Terjun Gunung Ambawang ditemui DTW Batu Wangkang. Seperti halnya lokasi wisata Air Terjun, di lokasi inipun pengelolaannya masih dilakukan sederhana oleh masyarakat sekitar. Keindahan dari lokasi Batu Wangkang ini adalah menikmati alam hutan dan kesejukan air sungai yang sangat jernih yang ditengahnya terdapat batu-batu pengunungan yang besar.
 Batu Masjid
Lokasi terakhir dari DTW Alam yang ada di Kec. Kubu adalah Batu Masjid, terletak di Dusun Parit Baru Desa Sungai Bemban. Batu Masjid adalah sebuah gugu-san batu yang bentuknya menyerupai kubah masjid. Tumpukan batu sejenis hanya ditemui di satu lokasi ini saja, tidak ditemui di lokasi lainnya. Belum ada akomodasi penunjang wisata di sekitar batu masjid ini. Lokasi batu Masjid sebenarnya tidak terlalu jauh dari Kawasan Gunung Ambawang, sehingga bila berminat untuk mengunjungi lokasi ini bisa satu perjalanan wisata dengan lokasi wisata gunung ambawang. Menuju lokasi ditempuh dengan roda dua sekitar satu jam perjalanan dari Gunung Ambawang, hanya saja ketika dilakukan survey (2011) aksesibilitasnya masih sangat rendah. Alternatif perjalanan lain dari Ibukota Kabupaten menuju lokasi Batu Masjid dapat ditempuh melalui rute; Sungai Raya-Rasau Jaya-Bintang Mas-Penyebrangan ke Sungai Deras-Lokasi (Sungai Bemban) dengan waktu perjalan sekitar 2,5 jam. (adindabelia.wordpress.com)

Sungai Ambawang : Panorama Indah

Alternatif wisata alam, terutama wisata hutan dan pegunungan di Kecamatan Ambawang terdapat di Desa Teluk Bakung. Potensi Alam yang dimiliki Desa Teluk Bakung ini dapat lebih diberdayakan seiring dengan semakin membaiknya aksesibilitas Jalan Trans Kalimantan yang melintasi Kecamatan Sungai Ambawang.

Daya Tarik Wisata Alam lain yang menjadi potensi pariwisata di Kecamatan Ambawang adalah memanfaatkan keberadaan Sungai Landak yang melintasi Desa Mega Timur serta keberadaan anak sungai lainnya yang berada di Kecamatan Ambawang, panorama alam sungai dan kearifan masyarakat lokal di sekitar Sungai Landak, Sungai Ambawang dan anak sungai lainnya merupakan potensi Daya Tarik Wisata Alam.

Desa Jawa Tengah dan Desa Korek berpotensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Potensi objek wisata di kedua desa tersebut terutama yang berhubungan dengan objek wisata budaya yang berkembang di masing-masing desa tersebut.

Desa Jawa Tengah masyarakatnya sebagian besar masih memegang kental tradisi budaya jawa, di lokasi ini terdapat bangunan rumah besar 2 (dua) unit yang berfungsi sebagai tempat menyelenggarakan kegiatan budayanya.

Pada tanggal-tanggal tertentu seperti tanggal 1 syuro atau Bulan Muhharam setiap tahunnya selalu dilaksanakan kegiatan budaya sedekahan bumi. Pada acara budaya tersebut, selain kegiatan budaya dan keagamaan juga ditampilkan hiburan-hiburan khas daerah jawa seperti Campur Sari, Wayang Kulit, Singa Barong, Pencak Silat, Hadrah dan kesenian-kesenian lainnya.

Melalui Paguyuban Masyarakat Jawa di Desa Jawa Tengah serta pembinaan dari para tokoh masyarakat di desa tersebut, beberapa kesenian dan tradisi jawa relatif berkembang dan terpelihara keberadaannya. 

Beberapa kesenian seperti pengembangan wayang kulit dan singa barong mengharapkan adanya pembinaan dan bantuan peralatan dari pemerintah daerah, dengan berkembangnya tradisi jawa di lokasi ini, Desa Jawa Tengah sangat berpotensi sebagai pusat pengembangan budaya jawa di Kabupaten Kubu Raya atau bahkan berpotensi sebagai pusat orientasi budaya jawa di Kalimantan Barat.

Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata Budaya di Kabupaten Kubu Raya, di Desa Korek ini berdiri rumah panjang (Rumah Betang) yang merupakan rumah budaya adat Dayak. 

Keberadaan rumah betang ini menjadi sangat penting terutama bila dihubungkan dengan pemeliharaan dan pengembangan tradisi masyarakat Dayak di lokasi tersebut,  pada waktu-waktu tertentu di rumah betang ini selalu diadakan kegiatan budaya Dayak seperti acara naik dangau, upacara buang penyakit padi dan upacara budaya lainnya.

 Keberadaan budaya Dayak di Desa Korek ini ditunjang dengan adanya sanggar-sanggar budaya seperti Sanggar budaya Malahia dan Muaratarino yang konsisten memelihara dan mengembangkan seni budaya Dayak.

 Pada beberapa waktu yang lalu di Desa Korek juga banyak terdapat Rumah Pantek yaitu patung yang terbuat dari kayu ulin yang dibuat sebagai penghormatan kepada tokoh leluhurnya, namun keberadaan rumah Pantek ini pada saat ini sudah sulit ditemui.

Kecamatan Ambawang di lalui oleh Jalan Trans Kalimantan, keberadaan jalan ini menjadi sangat strategis terutama bila dihubungkan dengan pengembangan ekonomi dan budaya  bagi masyarakat Kabupaten Kubu Raya, Jalan Trans Kalimantan bukan saja menghubungkan Kabupaten Kubu Raya dengan Kabupaten lainnya di Kalimantan Barat, tetapi menjadi jalan penghubung dengan Negara Malaysia.

Potensi lainnya yang dimiliki Kecamatan Ambawang adalah keberadaan Terminal Tipe A (Terminal Ambawang) yang akan menjadi terminal terbesar antar Negara yang ada di Kalimantan Barat, dengan terpusatnya angkutan transportasi antar Negara di terminal ini, Kabupaten Kubu Raya berpotensi untuk didatangi oleh wisatawan lokal (antar kabupaten) dan wisatawan mancanegara (Malaysia dan Brunei Darussalam).

 Potensi ini tentu saja perlu dioptimalkan oleh Pemerintah Daerah, terutama instansi yang terkait dalam penyelenggaraan pariwisata, di lokasi terminal dapat diselenggarakan event-event wisata KubuRaya serta menjadi pusat penjualan souvenir wisata khas Kabupaten Kubu Raya.

Lokasi lain yang dapat dikembangkan sebagai lokasi objek wisata adalah Tugu Ali Anyang di bundaran jalan Trans Kalimantan. Pada saat survey dilakukan (2011) Tugu Ali Anyang ini sudah menjadi orientasi bagi masyarakat lokal untuk menikmati acara wisata di lokasi tersebut. 

Beberapa kelompok masyarakat mendirikan Forum Komunikasi Pemuda Tugu Alianyang dengan tujuan mengelola areal sekitar tugu untuk kegiatan wisata bagi masyarakat lokal. Pemerintah daerah dapat berperan dengan memberikan penataan di wilayah tersebut, akomodasi wisata atau penunjang kegiatan wisata di Kecamatan Sungai Ambawang masih dirasakan kurang. 

Hotel yang ditemui adalah Hotel Surya Alam, terletak di Jalan Trans Kalimantan. Jenis fasilitas yang dimiliki Hotel Surya Alam diantaranya adalah; Ball Room dengan daya tamping 100 orang dan restaurant.

Beberapa masyarakat di Kecamatan Ambawang adalah pengrajin Souvenir Wisata. Hasil kerajinan umumnya dipasarkan ke Kota Pontianak atau dipasarkan melalui pameran-pemeran pariwisata. Beberapa jenis kerajianan yang ada diantaranya adalah kerajinan anyaman akar keladi air yang di produksi oleh KUB Barage, Desa Ambawang Kuala. Jenis produksinya adalah tas, topi, tempat kue, tempat buah/bunga, kipas, pot bunga dan piring.

Sungai Ambawang merupakan  Kecamatan di Kabupaten Kubu Raya, dan memiliki 13 desa 48 Dusun dengan luas wilayah  726,10 km² berikut ini adalah daftar nama Desa yang ada di Kecamatan Sungai Ambawang:
 Sungai Ambawang     kodepos:  78393
    Desa Ambawang Kuala               
    Desa Jawa Tengah                       
    Desa Durian                                  
    Desa Korek                                               
    Desa Teluk Bakung                                 
    Desa Lingga                                              
    Desa Mega Timur                        
    Desa Pasak                                                
    Desa Pasak Piang                         
    Desa Bengkarek                           
    Desa Puguk                                   
    Desa Simpang Kanan                  
    Desa Pancaroba

Rasau Jaya : Kota Mandiri

Kecamatan Rasau Jaya merupakan salah satu kecamatan yang termasuk dalam Kota Terpadu Mandiri (KTM) Rasau Jaya, dengan menjadinya Kecamatan Rasau Jaya sebagai KTM mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk dari transmigrasi yang datang ke Rasau Jaya, hal ini mengakibatkan meningkatnya aktifitas pembangunan di berbagai bidang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik berupa pembangunan sarana pemukiman, jaringan infrastruktur, fasilitas ekonomi ataupun fasilitas sosial peningkatan aktivitas pembangunan tersebut sudah tentu akan diikuti oleh bertambahnya kebutuhan lahan yang mewadahi aktifitas pembangunan tersebut.
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, pemerintah juga sangat peduli terhadap pembangunan sosial dan budaya, khususnya dalam bidang keagamaan, pembangunan Masjid sebagai Islami Center untuk mendukung adanya program KTM Rasau Jaya.
Sebelum dicanangkan sebagai Islamic Center KTM Rasau Jaya, Masjid Muhajirin adalah merupakan sebuah sarana peribadatan yang didirikan dan diresmikan oleh Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Pengairan P4S (Proyek Pembukaan Persawahan Pasang Surut) tanggal 3 Mei 1976.
Terbentuknya Islami Center terpenuhinya konsep-konsep sebagai berikut:
1.    Ada masjid sebagai tempat ibadah
2.    Ada gedung untuk belajar agama
3.    Ada asrama santri dan pengasuh sebagai tempat tinggal
4.    Ada santri yang mukim dan mengaji
5.    Ada kitab-kitab klasik (kuning) yang diajarkan.
Pada tahun 2007 resmilah islami center tepatnya di areal Masjid Muhajirin terdapat Lembaga pendidikan pondok pesantren dengan nama Sunan Ampel sampai sekarang.
Upaya peningkatan daya dukung lahan di Kecamatan Rasau Jaya dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Pertanian

Peningkatan daya dukung lahan pertanian di Kecamatan Rsau Jaya seperti padi dan jagung merupakan komoditi yang utama, peningkatan produksi padi Kecamatan Rasau Jaya dilakukan dengan cara mengubah jenis padi yang ditanam yang sebelumnya jenis padi lokal menjadi padi unggul, padi jenis unggul dapat dipanen dalam jangka waktu 3 bulan dengan produksi 5-7 ton/ha, dengan demikian produksi padi dapat meningkat hingga lima kali lipat dari biasanya. Selain itu dalam jangkan 1 tahun dapat dilakukan 2 kali penanaman padi yang selanjutnya setelah panen dilakukan penanaman jagung

Perkebunan 

Peningkatan daya dukung perkebunan di Kecamatan rasau Jaya . Di KTM Rasau wijaya sudah banyak kelapa sawitnya maka para petani lebih banyak di kelapa sawit karena menghasilkan nilai tambah bagi mereka. Dengan keberadaan KTM, para petani mengaku senang karena sangat membantu sekali dan menambah semangat para petani. Selain dapat menampung jumlah transmigrasi yang banyak, ternyata KTM Rasau Jaya memiliki potensi perkebunan yang bagus yaitu jagung, murbey, kelapa sawit.

Peternakan

Populasi ternak dimana budidaya peternakan juga merata pada setiap kecamatan, sentra penghasil ternak berada pada Kecamatan Sungai Kakap, Sungai Raya, Kubu dan Rasau Jaya. Untuk pengembangan masih terdapat lahan yang luas di Kecamatan Terentang dan Batu Ampar dengan kondisi alam yang juga mendukung.
Kelompok unggas di dominasi oleh jenis ayam dan itik. Selain pengembangan ternak, peluang di bidang peternakan juga terbuka bagi usaha pemasaran dan pembangunan industry pakan ternak.

Perencanaan Pembangunan wisata sungai juga akan dipusatkan di Kecamatan Rasau jaya karena selama ini rasau jaya merupakan gerbang bagi kecamatan lain untuk menuju pusat pemerintahan kabupaten kubu raya.
Muara sungai rasau juga menjadi tempat favorit bagi penghoby pemancing hal tersebut dibuktikan dengan adanya lomba memancing udang galah, di Kecamatan Rasau Jaya. Pada tanggal 28 september 2014 lalu, Kegiatan lomba mancing udang galah se- Kalbar diadakan di Sungai Rasau Jaya, Dusun Kapuas, Desa Rasau Jaya Umum, Kabupaten Kubu Raya yang di selenggarakan oleh komunitas Pemancing Udang Galah (PUG) dan pemancing udang kalbar (Pemuka).

Sungai Raya : Keberagaman

Secara geografis Kecamatan Sungai Raya berbatasan langsung dengan Kota Pontianak (Ibukota Provinsi) Bandara Supadio atau dikenal juga sebagai Bandara Pontianak letaknya berada di Kota Sungai Raya ini, sehingga dapat dikatakan Kabupaten Kubu Raya atau lebih khususnya Kota Sungai Raya adalah pintu gerbang menuju Kalimantan Barat dari jalur udara.

Di pusat Ibukota Kecamatan (Kota Sungai Raya) belum banyak ditemui lokasi wisata. Tempat wisata yang ada umumnya berupa wisata buatan, seperti wisata outbond di Taman Fantasi, Taman Randayan dan Kolam Renang di Hotel Dangau/Randayan.

Kecamatan Sungai Raya dilalui oleh Sungai Kapuas keberadaan Sungai ini adalah potensi wisata alam yang dapat dikembangkan kedepan, wisatawan dapat memanfaatkan potensi alur Kapuas ini sebagai suatu bentuk kegiatan wisata yang berwawasan lingkungan dengan memperhatikan fanorama dan dinamika kearifan lokal di sekitar Sungai Kapuas.

Beberapa kegiatan wisata dapat dikembangkan di sekitar alur sungai Kapuas, pada titik-titik tertentu pada DAS Sungai Kapuas seperti di sekitar Jembatan Kapuas dua dapat dikembangkan berbagai atraksi wisata seperti wisata keluarga dan layak anak maupun wisata mincing, selain itu dapat dikembangkan pula kegiatan penunjang wisata seperti rumah makan maupun wisata kuliner lainnya.

Di Desa Limbung (kawasan sekitar Bandara) tersedia lahan sekitar 25 Ha yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan hutan kota kedepan selain jenis tanaman yang telah tersedia di lahan tersebut juga berencana akan di tanaman oleh berbagai jenis tanaman langka oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Kubu Raya, disekitar lokasi ini juga akan dikembangkan oleh masyarakat Desa Limbung berupa taman agro wisata yang terpadu dengan pertanian, Selain Taman kota terdapat pula kawasanan penanaman rumput gajah dan waduk limbung.
Fasilitas wisata lainnya juga tersebar di Kawasan Bandara Supadio, diantaranya adalah berbagai Biro Perjalanan Wisata (Tiketing), Agen Perjalanan Wisata, Rumah Makan, Penjualan Souvenir serta Taxi Bandara.

Dengan dekatnya Kecamatan Sungai Raya ke Ibu kota dimanfaatkan oleh pihak investor ini terbukti dengan berdirinya mall of borneo Tanggal 30 mei 2014 lalu merupakan hari yang cukup bersejarah untuk aktivitas bisnis yang ada di Pontianak sebuah tiang resmi ditancapkan untuk pembangunan sebuah pusat perbelanjaan yang dikatakan merupakan yang terbesar yang ada di Kalimantan Barat Mall of Borneo, Kawasan mall yang diklaim terbesar di Kalbar ini akan menempati luas area 233779 meter persegi, terletak di Jalan Ahmad Yani II, depan komplek Villa Ceria Lestari, Kubu Raya.

Selain Daya Tarik Wisata, di Kecamatan Sungai Raya juga berkembang kegiatan budaya seperti Kasidahan (Desa Kuala Dua, Arang Limbung, Sungai Raya dan Teluk Kapuas), Kesenian Rebana, Kuda Lumping (Arang Limbung dan Desa Limbung), Barongsay/Naga (Sungai Raya dan Teluk Kapuas), kesenian Jepin. wisata rohani Makam Sultan Manggis di Desa Sungai Asam, Sukalanting dan wisata rohani sembahyang kubur.

Beberapa bentuk kerajinan yang dapat dimanfaatkan sebagai bentuk souvenir wisata sudah mulai berkembang di Kecamatan Sungai Raya, diantaranya adalah kerajinan keladi air, membuat guci di Sungai Raya, Kerajinan Tikar Bemban (Arang Limbung), Kerajinan Tas Kain (Sungai Durian), Kerajinan Kerang (Sungai Raya), pemanfaatan limbah pelastik untuk souvenir di Desa Arang Limbung.

Di Kecamatan Sungai Raya berdiri juga Griya Kerajinan dan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Kab. Kubu Raya) yang terletak di Jalan A. Yani 2 Sungai Raya. Dekranasda ini menampung dan memasarkan produk kerajinan masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Keberadaan Dekranasda ini sangat membantu dalam hal mempromosikan produk souvenir masyarakat, terutama mengikut sertakan produk-produk kerajinan masyarakat pada ajang-ajang pameran.

Itulah beberapa potensi wisata yang ada di Kabupaten Kubu Raya yang benar-benar masih memiliki potensi yang sangat luar biasa jika telah dikembangkan dan di jadikan objek wisata, sehingga menambah sumber Pendapatan Asli Daerah Kubu Raya.

Berikut ini daftar nama desa yang ada di Kecamatan Sungai Raya :

No
Kode Pos
Nama Desa
Kecamatan
Kabupaten
Provinsi
1
78391
Arang Limbung
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
2
78391
Gunung Tamang
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
3
78391
Kali Bandung
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
4
78234
Kapur
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
5
78391
Kuala Dua
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
6
78391
Limbung
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
7
78391
Madu Sari
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
8
78391
Mekar Baru
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
9
78391
Mekar Sari
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
10
78391
Muara Baru
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
11
78391
Parit Dalam
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
12
78391
Pulau Jambu
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
13
78391
Pulau Limbung
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
14
78391
Sungai Ambangah
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
15
78391
Sungai Asam
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
16
78391
Sungai Bulan
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
17
78391
Sungai Raya
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
18
78391
Sungai Raya dalam
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
19
78391
Tebang Kacang
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat
20
78391
Teluk Kapuas
Sungai raya
Kubu Raya
Kalimantan Barat

Semoga Bermanfaat (MC/KubuRaya)